Selamat Datang!

Berita Terbaru :
TEPUK TANGAN RIUH SAMBUT PENGOPERASIAN JEMBATAN MUARA SABAK
Diposting Oleh BAPPEDA Kab. Tanjung Jabung Timur | Semua Berita | Minggu, 30 Maret 2014 - 14:50:53 WIB

MUARASABAK- Warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur menyambut antusias pembangunan Jembatan Muara Sabak. Antusiasme warga terlihat puluhan kendaraan yang telah mengantri di ujung jembatan untuk menyeberang dari Muara Sabak Timur menuju Muara Sabak Barat. Tak hanya itu, riuhnya tepuk tangan pun ramai terdengar saat pernyataan Jembatan Muara Sabak itu resmi beroperasi. Jembatan dengan bentangan 737 meter dan lebar 9 Meter ini sudah dinanti-nantikan sejak dulu. merupakan impian masyarakat bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung.

Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola dalam sambutannya pada saat syukuran pembangunan Jembatan Muara Sabak mengungkapkan, dengan beroperasinya jembatan Muara Sabak akan ikut mendongrak perekonomian masyarakat karena akan meminimalisir biaya operasional warga yang selama ini terkendala pada persoalan penyeberangan sungai Batanghari dari Delta Berbak ke Delta Sabak.

‘’Kita optimis, ekonomi masyarakat kita akan lebih baik dengan menekan biaya operasional akibat sulitnya menyeberangkan hasil perkebunan dan pertanian selama ini,’’ kata Zola.

Zola juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Abdullah Hich, Bupati Tanjung Jabung Timur periode sebelumnya atas prakarsa dan jasanya yang telah memperjuangkan pembangunan jembatan Muara Sabak. Terkait pembangunan penunjang jembatan Muara Sabak, tambah Zola, Pemkab melalui SKPD terkait akan merencanakan pembangunan baik segi penataan lokasi maupun mencari solusi terkait aktivitas penambang pompong.

‘’Pemkab siap duduk bersama mencari solusi terbaik,’’ tegas Zola.

Berbagai solusi pun telah diwacanakan oleh Pemkab. Diantaranya, pemberian pinjaman modal bagi penambang pompong, bantuan pemberian bibit tanaman bagi yang berminat disektor pertanian atau perkebunan dan pemberian bantuan pompong bagi warga yang ingin  jadi nelayan. Solusi-solusi ini, kata Bupati, merupakan beberapa alternatif yang ditawarkan Pemkab guna membantu warga yang sebelumnya berprofesi sebagai penambang pompong penyeberangan. Langkah ini merupakan wujud kepedulian Pemkab bahwa Pemkab tetap memperhatikan aspek sosiologis dalam melakukan pembangunan.

‘’Kita tetap konsisten bahwa, semuanya yang kita lakukan semata-mata untuk masyarakat dan dari masyarakat. Saya menyadari bahwa, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat pembangunan yang akan dilakukan akan sia-sia. Ini termasuk soal pemeliharaan asset pemda,’’ bebernya.

Keberadaan jembatan Muara Sabak misalnya, jelas Zola, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta pemeliharaan juga sangat penting. Jembatan Muara Sabak sendiri, tidak hanya sebagai akses bagi masyarakat untuk penyeberangan orang dan barang, tapi juga menjadi salah satu lokasi objek wisata baru. Untuk itu, Bupati juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas jualan diatas jembatan guna menjaga kenyamanan dan keamanan para pengendara.

‘’Jembatan ini untuk kita dan demi kepentingan kita semua,’’ katanya.

Lantas bagaimana dengan penamaan jembatan Muara Sabak? Bupati mengaku belum mengantongi nama yang pas untuk nama jembatan tersebut. Ia juga mengatakan akan mengadakan sayembara kepada masyarakat untuk memberikan masukan terkait nama jembatan tersebut.

‘’Ya, kita minta kepada warga untuk menyampaikan apa nama yang terbaik untuk jembatan kita ini,’’ katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Mahmulis mengatakan, tidak ada batasan muatan yang melintasi jembatan. Akan tetapi karena kondisi jalan Rantau Rasau yang belum memadai dengan muatan yang berat, maka akan dipasang portal pada pangkal dan ujung jembatan.

‘’Kalau jembatannya tidak masalah, namun kondisi jalan kita yang belum memadai (dalam kabupaten, red) Jadi perlu ada batasan agar kondisi jalan ini tetap layak untuk dilintasi,’’ tandasnya