Selamat Datang!

Berita Terbaru :
JEMBATAN MUARA SABAK LOLOS UJI BERAT BEBAN
Diposting Oleh BAPPEDA Kab. Tanjung Jabung Timur | Semua Berita | Minggu, 30 Maret 2014 - 15:08:32 WIB

MUARASABAK - Jembatan Muara Sabak sudah dipastikan rampung pengerjaannya. Menjelang peresmian yang diperkirakan dilangsungkan Oktober tahun ini, jembatan sepanjang 737 meter itu menjalani uji berat beban (loading test) yang dilakukan oleh Kasubdit Teknis Jembatan Direktorat Bina Teknik Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum RI Iwan Zarkasi, Sabtu (8/9) lalu.

Uji berat beban di atas jembatan yang menghubungkan Delta Berbak dengan wilayah Sabak daratan tersebut dilakukan menggunakan beberapa alat tes beban berat. Untuk diketahui, Jembatan Muara Sabak dirancang untuk dapat menahan beban berat sebesar 320 ton.

Saat uji berat beban kemarin, pihak Direktorat Bina Marga pusat bukan hanya melakukan dengan alat tes yang dibawanya saja. Tapi langsung menguji daya tahan jembatan dengan menahan beban truk bermuatan besar. Sebanyak 16 truk didatangkan untuk menguji Jembatan Muara Sabak.

Di hadapan Wakil Bupati Tanjab Timur Ambo Tang, Kapolres Tanjab Timur AKBP Armawan Suwasono dan Kepala Dinas PU Tanjab Timur Mahmulis, sebanyak 16 truk yang telah diisi dengan muatan masing-masing seberat 20 ton, dibawa melintas jembatan secara bertahap. Pengujian diawali dengan empat truk yang lebih dulu dibawa melintasi jembatan. Kemudian ditambah menjadi delapan, sampai akhirnya seluruh truk memasuki jembatan.

Selama beberapa saat, seluruh truk itu berhenti di atas jembatan. Dibuat seolah-olah terjadi antrean panjang. Saat itu, semua pihak yang dapat menyaksikan bahwa kondisi jembatan tidak berpengaruh dengan menahan beban berat maksimum di atasnya. Bahkan alat total stesining yang digunakan pihak Direktorat Bina Teknik dari Ditejen Bina Marga PU RI, untuk melakukan tes berat beban tersebut menunjukkan pada angka 3 cm. Artinya, tidak terjadi perubahan signifikan pada jembatan saat dilewati 16 truk bermuatan 320 ton.

Menurut Kasubdit Teknis Jembatan Iwan Zarkasi, jika pada beban berat masksimum jembatan tidak melendut (berlekuk ke bawah, red), berarti jembatan ini punya kekakuan memenuhi syarat untuk dilintasi kendaraan.

Sebelumnya uji berat beban pada akhir pekan kemarin, Jembatan Muara Sabak sudah melalui beberapa kali uji kelayakan yang dilakukan secara bertahap. Dari sisi program dimulai dari fisibility study, pada uji ini harus diketahui berapa jumlah kendaraan yang akan melewati jembatan dan dampak ekonomi. Lalu, pada saat pelaksanaan, juga dilakukan pengujian, seperti beton, besi, baut, aspal dan lainnya yang diadakan pada bulan Juni lalu.

“Pengencangan baut sangat perlu kita lakukan. Karena kalau tidak kencang bisa ambalance,” kata Iwan Zarkasi.

Pihak Direktorat Bina Marga sendiri, sambung Iwan, akan menyampaikan laporan formal kepada Dinas PU Tanjab Timur. Diharapkan, nantinya pemkab dan masyarakat dapat menjaga dan melakukan pengawasan serta pemeliharaan  terhadap jembatan ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan, seperti melengkapi marka jalan supaya tanda rambu bisa dipatuhi oleh masyarakat. Masyarakat juga diminta tidak berjualan di jembatan dan kendaraan dilarang menyalip di atas jembatan.Pengguna jembatan juga, kata Iwan, ada dua kategori, pertama, pengguna jembatan yang memang untuk melintas. Dan pengguna jembatan yang menjadikan jembatan sebagai tempat rekreasi. Untuk itu, Iwan meminta pemkab bersama pihak kepolisian beserta SKPD terkait untuk sama-sama menjaga keindahan jembatan.Selain itu, pemilik pompong juga diminta tidak menambatkan pompongnya di tiang jembatan. Ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama.“Ini sangat penting. Mari kita bersama-sama menjaga keindahan dan keamanan jembatan. Saya rasa juga perlu ditambahkan lampu-lampu pada jembatan ini,” katanya.Bupati Tanjab Timur Zumi Zola, sendiri sudah meminta instansi terkait melakukan koordinasi masalah pengamanan di lokasi jembatan. Termasuk nantinya menganggarkan biaya pemasangan lampu di jembatan, pada tahun anggaran ke depan.Dengan rampungnya Jembatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjab Timur pun bisa lebih laju menggerakkan roda perekonomiannya. Sebab, selama ini masyarakat dari wilayah Delta Berbak mengalami kesulitan memasarkan hasil pertaniannya, karena terbentur dengan transportasi. Selama ini, masyarakat yang bermukim di Delta Berbak hanya mengandalkan sarana transportasi sungai dan laut.Selain menghubungan Delta Berbak dan Sabak Daratan, Jembatan Muara Sabak yang membelah Sungai Batanghari di wilayah Sabak ini juga akan memangkas transportasi darat kedua wilayah. Sehingga dapat menekan biaya warga untuk mengangkut hasil pertaniannya.“Bila jembatan ini bisa berfungsi sesuai dengan harapan kita, maka dapat diyakini sektor pertanian kita bisa lebih maju. Artinya, Pendapatan Asli Daerah Tanjab Timur pun bisa bertambah,” ujar bupati.Dengan rampungnya Jembatan Muara Sabak ini, berarti Kabupaten Tanjab Timur sudah bisa dilalui dari dua arah. Sebelumnya, Jalan Lingkar Tanjab Timur sudah dirintis melalui Jembatan Suak Kandis yang membelah Sungai Kumpeh, di Kabupaten Muaro Jambi. Jembatan ini kemudian diteruskan dengan Jembatan Berbak.Jembatan Batanghari II kemudian dibangun untuk memintas jarak tempuh dari Kota Jambi menuju Muara Sabak, Kabupaten Tanjab Timur. Rencana untuk mewujudkan jalan lingkar ini kemudian diteruskan dengan dibangunnya jembatan Muara Sabak. Dan konsep jalan lingkar ini pun kemudian terlaksana. Sehingga Tanjab Timur pun bisa dilalui dari dua arah jalur darat.

Saat uji berat beban kemarin, pihak Direktorat Bina Marga pusat bukan hanya melakukan dengan alat tes yang dibawanya saja. Tapi langsung menguji daya tahan jembatan dengan menahan beban truk bermuatan besar. Sebanyak 16 truk didatangkan untuk menguji Jembatan Muara Sabak.

Di hadapan Wakil Bupati Tanjab Timur Ambo Tang, Kapolres Tanjab Timur AKBP Armawan Suwasono dan Kepala Dinas PU Tanjab Timur Mahmulis, sebanyak 16 truk yang telah diisi dengan muatan masing-masing seberat 20 ton, dibawa melintas jembatan secara bertahap. Pengujian diawali dengan empat truk yang lebih dulu dibawa melintasi jembatan. Kemudian ditambah menjadi delapan, sampai akhirnya seluruh truk memasuki jembatan.

Selama beberapa saat, seluruh truk itu berhenti di atas jembatan. Dibuat seolah-olah terjadi antrean panjang. Saat itu, semua pihak yang dapat menyaksikan bahwa kondisi jembatan tidak berpengaruh dengan menahan beban berat maksimum di atasnya. Bahkan alat total stesining yang digunakan pihak Direktorat Bina Teknik dari Ditejen Bina Marga PU RI, untuk melakukan tes berat beban tersebut menunjukkan pada angka 3 cm. Artinya, tidak terjadi perubahan signifikan pada jembatan saat dilewati 16 truk bermuatan 320 ton.

Menurut Kasubdit Teknis Jembatan Iwan Zarkasi, jika pada beban berat masksimum jembatan tidak melendut (berlekuk ke bawah, red), berarti jembatan ini punya kekakuan memenuhi syarat untuk dilintasi kendaraan.Sebelumnya uji berat beban pada akhir pekan kemarin, Jembatan Muara Sabak sudah melalui beberapa kali uji kelayakan yang dilakukan secara bertahap. Dari sisi program dimulai dari fisibility study, pada uji ini harus diketahui berapa jumlah kendaraan yang akan melewati jembatan dan dampak ekonomi. Lalu, pada saat pelaksanaan, juga dilakukan pengujian, seperti beton, besi, baut, aspal dan lainnya yang diadakan pada bulan Juni lalu.“Pengencangan baut sangat perlu kita lakukan. Karena kalau tidak kencang bisa ambalance,” kata Iwan Zarkasi.

Pihak Direktorat Bina Marga sendiri, sambung Iwan, akan menyampaikan laporan formal kepada Dinas PU Tanjab Timur. Diharapkan, nantinya pemkab dan masyarakat dapat menjaga dan melakukan pengawasan serta pemeliharaan  terhadap jembatan ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan, seperti melengkapi marka jalan supaya tanda rambu bisa dipatuhi oleh masyarakat. Masyarakat juga diminta tidak berjualan di jembatan dan kendaraan dilarang menyalip di atas jembatan.Pengguna jembatan juga, kata Iwan, ada dua kategori, pertama, pengguna jembatan yang memang untuk melintas. Dan pengguna jembatan yang menjadikan jembatan sebagai tempat rekreasi. Untuk itu, Iwan meminta pemkab bersama pihak kepolisian beserta SKPD terkait untuk sama-sama menjaga keindahan jembatan.Selain itu, pemilik pompong juga diminta tidak menambatkan pompongnya di tiang jembatan. Ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama.“Ini sangat penting. Mari kita bersama-sama menjaga keindahan dan keamanan jembatan. Saya rasa juga perlu ditambahkan lampu-lampu pada jembatan ini,” katanya.Bupati Tanjab Timur Zumi Zola, sendiri sudah meminta instansi terkait melakukan koordinasi masalah pengamanan di lokasi jembatan. Termasuk nantinya menganggarkan biaya pemasangan lampu di jembatan, pada tahun anggaran ke depan.Dengan rampungnya Jembatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjab Timur pun bisa lebih laju menggerakkan roda perekonomiannya. Sebab, selama ini masyarakat dari wilayah Delta Berbak mengalami kesulitan memasarkan hasil pertaniannya, karena terbentur dengan transportasi. Selama ini, masyarakat yang bermukim di Delta Berbak hanya mengandalkan sarana transportasi sungai dan laut.Selain menghubungan Delta Berbak dan Sabak Daratan, Jembatan Muara Sabak yang membelah Sungai Batanghari di wilayah Sabak ini juga akan memangkas transportasi darat kedua wilayah. Sehingga dapat menekan biaya warga untuk mengangkut hasil pertaniannya.“Bila jembatan ini bisa berfungsi sesuai dengan harapan kita, maka dapat diyakini sektor pertanian kita bisa lebih maju. Artinya, Pendapatan Asli Daerah Tanjab Timur pun bisa bertambah,” ujar bupati.Dengan rampungnya Jembatan Muara Sabak ini, berarti Kabupaten Tanjab Timur sudah bisa dilalui dari dua arah. Sebelumnya, Jalan Lingkar Tanjab Timur sudah dirintis melalui Jembatan Suak Kandis yang membelah Sungai Kumpeh, di Kabupaten Muaro Jambi. Jembatan ini kemudian diteruskan dengan Jembatan Berbak.Jembatan Batanghari II kemudian dibangun untuk memintas jarak tempuh dari Kota Jambi menuju Muara Sabak, Kabupaten Tanjab Timur. Rencana untuk mewujudkan jalan lingkar ini kemudian diteruskan dengan dibangunnya jembatan Muara Sabak. Dan konsep jalan lingkar ini pun kemudian terlaksana. Sehingga Tanjab Timur pun bisa dilalui dari dua arah jalur darat.