Selamat Datang!

Berita Terbaru :
Aksi “Slonongboy” Bupati dan Wakilnya yang Bikin Keki
Diposting Oleh BAPPEDA Kab. Tanjung Jabung Timur | Semua Berita | Selasa, 09 Agustus 2016 - 08:05:21 WIB

oleh : Redaksi beritatanjabtim.com

Suatu sore disalah satu ruang rawat inap  rumah sakit umum Nurdin Hamzah, Muara Sabak, Kabupaten Tanjab Timur,  seorang lelaki paruh baya tampak berbincang  akrab dengan pasien yang terbaring di tempat tidur. Tak lama seorang perawat memasuki ruangan. Sang pria yang tadi tengah mengobrol dengan pasien spontan menyapa perawat tersebut, dan menanyakan kondisi pasien yang tengah dirawat.

Setengah acuh, perawat tersebut  hanya  menjawab sekenanya. Dan melanjutkan aktifitas medisnya terhadap pasien. Dan sekali lagi pria yang tadi kembali menanyakan kondisi pasien tadi. Dari raut wajahnya, terlihat kalau perawat tadi mulai kesal dengan apa yang ditanyakan. Ia pun hanya menjawab sepenggal kalimat, tanpa sedikit pun menoleh kepada pria yang bertanya kepadanya.

Tak lama masuk seorang perawat lain ke ruangan tersebut. Begitu melihat kepada si pria yang banyak bertanya tadi, perawat tersebut sontak kaget. Sikapnya spontan berubah. Dengan sedikit membungkukan badan, ia menyapa pria bernampilan sederhana itu dengan ramah.

“Lho, ada Pak Bupati ? Maaf pak, kami tidak tahu kalau bapak mau datang kesini,” sapanya dengan hormat .

Pria yang dipanggilnnya “Pak Bupati” itu sembari tersenyum menjawab dengan ramah dan menyalami perawat yang baru masuk tersebut.

Sementara perawat yang sebelumnya begitu acuh dengan sang pria, mendadak diam, dan berdiri mematung disamping ranjang pasien. Ekspresinya berubah total.  Wajah menegang penuh takut !

Bagaimana tidak takut. Ia yang tadinya begitu acuh dengan pria berpenampilan nyleneh, yang hanya berbalut kaos oblong bercelana levis biru, dan hanya beralas sandal itu ternyata adalah Romi Hariyanto, Bupati Kabupaten Tanjab Timur.

Kedatangan orang  nomor satu Tanjab Timur ke rumah sakit umum Nurdin Hamzah, petang itu adalah sengaja untuk mengecek pelayanan pihak rumah sakit terhadap pasien. Romi, sengaja datang diluar jam dinas. Ia datang hanya seorang diri, tanpa ajudan dan aturan protokoler. Dengan gaya khasnya, yang berbusana santai, Ia berkeliling  melihat fasilitas rumah sakit umum.

Karena gayanya yang cuek, dan tanpa keramaian, pihak rumah sakit dan warga yang berada di sekitar rumah sakit nyaris tak mengenalinya. Alhasil, seorang perawat pun tertangkap basah dalam cara pelayanan yang masih sekenanya.

“Saya sengaja datang ke rumah sakit itu seorang diri. Saya benar-benar ingin melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana pelayanan rumah sakit terhadap pasien,” ungkap Romi.

Kedatangan Romi secara diam-diam ke rumah sakit tersebut, merupakan aksi lanjutan dari kunjungan resminya sebagai bupati tempo hari. Pasca dilantik sebagai bupati pada 12 April 2016 lalu, Romi langsung menyisir rumah sakit. Ketika itu kedatangannya disambut langsung oleh pihak rumah sakit.

Merasa kurang puas dengan kedatangan awalnya dulu, Romi pun kembali datang ke rumah sakit. Namun kali ini secara diam-diam, dan langsung nyelonong ke kamar-kamar pasien.

“Untung saja diantara perawat yang ada  mengenali sosok bupati, sehingga perawat yang tadinya begitu acuh langsung berubah sikapnya,” terang Suratno, salah seorang keluarga pasien yang  menyaksikan kejadian unik tersebut.

Cerita tentang tentang gaya bupati yang tiba-tiba datang mendadak diluar jam dinas itu, kini menjadi buah bibir diantara jajaran staff pemerintahan kabupaten. Seperti dituturkan Kepala sub bagian protokol Setda Tanjab Timur, Amiruddin, yang kerap kelabakan dengan dengan gaya bupati,   yang kini populer disebut “slonongboy” itu.

Sebagai penanggung jawab kunjungan dinas bupati, Amiruddin,  seringkali kecolongan. Karena tiba-tiba bupati melakukan kunjungan diluar jadwal. Atau mendadak datang ke suatu SKPD. Dan yang perlu di wanti-wanti seluruh staf pemerintahan adalah, waspada dengan  kedatangan bupati yang bisa datang kapan saja dia mau. Dan itu sudah sering terjadi. Seperti ketika beberapa staf tengah asyik ngobrol sama sekali tidak menyadari kalau bupati sudah berada di dekat mereka tanpa dikawal ajudan.

“Kita terkejut sekali ketika itu, tahu-tahu bupati sudah ada dibelakang,” ujar Amiruddin.

Gaya slonongboy ini ternyata bukan hanya melekat ke Romi Hariyanto saja. Wakil Bupati Robby Nahliyansyah, pun ternyata punya aksi serupa dengan sang bupati. Seperti ketika seorang staf humas Setda Tanjab Timur, merasa heran saat melihat  wakil bupati yang hanya ditemani ajudannya tengah berjalan kaki di seputaran Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat. Selidik punya selidik, kiranya wakil bupati tengah memonitor persiapan home stay untuk acara hari krida pertanian, yang akan dilangsungkan bulan Juli nanti. Dimana tanjab Timur akan menjadi tuan rumah acara tersebut.

Aksi kompak antara bupati dan wakilnya ini, terang saja bikin keki para staf. Terutama yag tiba-tiba mendapat giliran kunjungan mendadak. Karena itu, mau tidak mau para staf yang ada pun mesti siap setiap waktu.

Karena jadwal bupati dan wakilnya diluar agenda resmi  bisa berlangsung setiap saat. Tanpa memperhitungkan hari libur pasangan ini kerap  bergerak semaunya. Atau pun saat memenuhi undangan warga dan peringatan hari besar, bupati dan wakilnya menyempatkan singgah ke puskesmas pembantu yang dilewatinya. Atau pun meninjau sarana pelayanan publik lainnya.

Kendati kerap bikin kelabakan jajaran staf pemerintahan, bupati dan wakilnya ini memiliki keunggulan lainnya. Keduanya gampang berbaur dengan masyarakat dan seluruh staf. Sangat jauh dari formalitas orang nomor satu di Bumi Sepucuk Nipah Serumbun Nibung. Dan ini menimbulkan kesan tersendiri. Bahkan dalam acara festival Kampung Laut yang belum lama ini digelar, salah seorang jurnalis televisi swasta ternama tanah air sampai memuji gaya bupati dan wakilnya ini.

“Gaya bupati dan wakil bupati Tanjab Timur ini begitu cuek dan santai. Sangat akrab dengan siapa saja. Beda dengan beberapa bupati yang saya jumpai. Pasangan ini benar-benar mencerminkan “Merakyat” sesuai dengan visi yang mereka jalankan,” ungkap jurnalis ini.

Namun gaya yang dianut pasangan ini sangat berbeda dalam persoalan lain. Terutama dalam mengawal visi Merakyat (Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat), yang mereka jalankan selama lima tahun periode kepemimpinannya..

Keduanya memegang teguh kedisiplinan dalam upaya peningkatan program kerja SKPD. Terutama dalam hal  infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Termasuk juga dinas yang terkait pelayanan publik. Penugasan-penugasan khusus pun sudah mulai ada penekanan diawal-awal masa pemerintahannya.

Mulai dari program disiplin pegawai, dengan membuat Perbup terkait penggunaan kendaraan plat merah, memerintahkan SKPD agar dapat melobby dana pusat, perbaikan dan pelebaran jalan, peningkatan pelayanan publik, hingga memberi tenggat dua tahun kepada kepala dinas pendidikan nasional untuk memberbaiki sekolah-sekolah yang tidak layak. Nah, kalau dalam urusan ini jangan main-main. Bupati dan wakilnya tidak segan-segan menjatuhkan sanksi. (***)